Bangunan Rumah Tradisional Jawa Milik R. Wignyo Santoso

Bangunan Rumah Tradisional Jawa milik Wignyo Santoso ini beralamat di TR III/75 RT 20 / RW 4, Dusun Glagahombo Tanggung, Kelurahan Girikerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Bangunan ini memiliki luas 900 m² dan berdiri di lahan yang memiliki luas sekitar 1000 meter² dengan kebun dibatas utara dan barat, dan rumah penduduk di batas timur dan selatan.

Pembangunan rumah tersebut menggunakan bahan kayu nangka yang dipingul, batubata berplester, dan anyaman bambu. Interior bangunan ini terlihat masih asli yang didalamnya masih terdapat Dalem Ageng, Gandok Kiwo, Gandok Tengen, Pringgitan, dll. Tiang soko, dhadha paesi, dan tumpang sari juga masih asli dan terawat. Sudah dilakukan beberapa pergantian dan penambahan pada bangunan tersebut, yaitu penambahan genteng, dan usuknya sudah diganti.

Bangunan Rumah Tradisional Jawa ini berdiri tahun 1896 dan awalnya dipakai untuk kantor Lurah Tanggung yang bernama R. Mertosetomo. Setelah R. Mertosetomo, kepemilikan rumah berganti menjadi milik R. Wignyodijoyo dan sekarang telah diwariskan ke R. Wignyo Santoso. Pada kurun waktu itu pula rumah ini berganti-ganti fungsi menjadi Pos Polisi MOBRIG (sekarang BRIMOB), SD Somoitan, gereja Somoitan dan sekarang menjadi rumah tinggal R. Wignyo Santoso. Rumah ini pernah pula digunakan tempat menginap tamu negara dari WHO dan ibu Fatmawati untuk meninjau pengungsi bencana gunung Merapi.