Sistem Promosi Terpadu Pelestarian Warisan Budaya dan Cagar Budaya Indonesia


Makna : "Membawa Cagar Budaya dalam suatu "perjalanan pelestarian" ke publik"

Makna Travel Heritage berdasar atas kenyataan bahwa masa lalu adalah milik semua orang. Masyarakat atau publik berhak untuk mendapatkan informasi yang benar tentang masa lalu, mengapresiasi dan memanfaatkannya, berdasarkan hasil kerja kegiatan-kegiatan pelestarian cagar budaya. Mempresentasikan ‘perjalanan pelestarian’ kepada masyarakat adalah sebuah tanggung jawab publik, meliputi :

  • Perjalanan pelestarian dari pelindungan menuju ke pengembangan dan pemanfaatan
  • Perjalanan pelestarian dari penanganan fisik menuju cagar budaya yang bernilai penting dan bermakna bagi publik
  • Perjalanan interpretasi pelestarian dari cagar budaya ‘biasa’ menuju cagar budaya ‘istimewa’
  • Perjalanan pelestarian dari upaya lokal menuju upaya globa

Tema : From Local to Global

Upaya Pelestarian cagar budaya memerlukan jejaring untuk saling menguatkan eksistensi cagar budaya. Melalui Jogja Istimewa lahirlah program Yogyakarta untuk Indonesia. Yogyakarta harus berkontribusi terhadap upaya pelestarian cagar budaya di Indonesia


Bentuk : Kegiatan Promosi Terpadu Pelestarian Warisan Budaya dan Cagar Budaya

Merupakan nama/judul/identitas kegiatan pemanfaatan cagar budaya melalui promosi pelestarian dalam segala bentuk kreatifitas presentasinya, baik bersifat publikasi, sosialisasi, kampanye maupun misi pelestarian lainnya. Dilaksanakan secara terpadu, tersistem dan berkelanjutan yang meliputi hal-hal sebagai berikut:

  • Menerapkan prinsip kemanfaatan, partisipasi masyarakat, presentasi publik dan edukasi
  • Melibatkan semua pihak (pemerintah, lembaga non pemerintah, media massa/cetak, praktisi/swasta, perorangan) yang berwenang maupun berkepentingan terhadap pelestarian cagar budaya.
  • Melibatkan SKPD Bidang Kebudayaan provinsi-provinsi di luar DIY (dan stakeholdersnya) dalam satu kesatuan konsep dan langkah kegiatan.
  • Membentuk kegiatan yang tersistem melalui mekanisme kegiatan Travel Heritage, website Travel Heritage, dan media sosial yang terus berkelanjutan tahun demi tahun.

Melalui Kegiatan Travel Heritage, kita kuatkan eksistensi pelestarian cagar budaya Indonesia, untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.


Merupakan identitas kegiatan yang berdasar pada prinsip:

  1. Mengapa cagar budaya harus ‘dibawa’ ke publik?
  2. Informasi perjalanan cagar budaya apa yang harus disampaikan kepada publik?
  3. Bagaimana dan dengan cara apa cagar budaya ‘melakukan perjalanan’ kepada publik?
  4. Siapa yang akan ‘membawa’ cagar budaya ke publik dan siapa yang akan menerima informasi ‘perjalana cagar budaya’ ?
  5. Kapan dan dimana upaya ‘membawa’ cagar budaya ke publik dilakukan?