Profil Keanggotaan Daerah Istimewa Yogyakarta

Letak Geografis

Daerah Istimewa Yogyakarta terletak di 8o30’-7o Lintang Selatan dan 190o40’-111o0’ Bujur Timur. Luas wilayah 3.185,80 km2 mencakup 5 wilayah administratif: Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, dan Kabupaten Kulon Progo.

Letak D.I. Yogyakarta berada di Selatan Pulau Jawa, atau lebih tepatnya provinsi Jawa Tengah. Oleh sebab itu, batas wilayah DIY didominasi olej Jawa Tengah. Batas Utara: Gunung Merapi dan Kabupaten Magelang (Jawa Tengah), Timur: Kali Opak, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah); Selatan: Samudra Hindia; Barat: Kabupaten Purworejo (Jawa Tengah).

Sejarah :

Hari jadi Daerah Istimewa Yogyakarta jatuh pada tanggal 4 Maret 1950. Yogyakarta sebagai daerah istimewa, memiliki latar belakang sejarah yang panjang. Dimulai saat perjanjian Giyanti tahun 1755 M. Perjanjian antara Pangeran Mangkubumi dengan Sunan Pakubuwono III yang diprakasai oleh VOC tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan, salah satunya adalah pembagian Kerajaan Mataram menjadi dua, Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang dipimpin oleh Sunan Pakubuwono III, serta Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang dipimpin Pangeran Mangkubumi dengan gelar Sultan Hamengkubuwono I.

Konsekuensi dari pemisahan kerajaan Mataram tersebut adalah terbaginya wilayah Mataram menjadi dua. Kasunanan Surakarta dengan kekuasaan Klaten, Wonogiri, Sragen, Surakarta, Grobogan hingga Madiun sekarang. Sedangkan Kasultanan Yogyakarta wilayahnya yang sekarang menjadi wilayah Provinsi DIY.

Pada awal pemerintahannya, Sultan HB I berkonsentrasi pada pendirian Kraton. Kraton Yogyakarta sendiri akhirnya selesai didirikan pada tanggal 7 Oktober 1756, yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kota Yogyakarta.

Kasultanan Yogyakarta mengalami perpecahan pada masa pemerintahan HB III, tepatnya di tahun 1813. Pada masa tersebut Pangeran Notokusumo, putra HB I dengan selir Srenggorowati menginginkan tahta Kasultanan Yogyakarta. Namun setelah diadakan perjanjian yang diprakasai oleh Sir Thomas Raffles, perpecahan tersebut tidak merambat menjadi sebuah peperangan. Akhirnya Pangeran Notokusumo diangkat menjadi raja di Puro Pakualaman dengan gelar Kanjeng Pangeran Aryo Adipati Pakualam I.

Sebagai sebuah kerajaan, Pakualaman memiliki sebagian dari wilayah Kasultanan Yogyakarta, wilayah tersebut meliputi Puro Pakualaman dan beberapa wilayah di Kulon Progo.

Selama perkembangannya, Yogyakarta memiliki andil yang cukup besar bagi Republik Indonesia selama kurang lebih 2 tahun, yaitu dari 4 Januari 1946 hingga Desember 1948. Selain itu, peran Yogyakarta untuk Republik Indonesia diwakili oleh Sultan HB IX yang pernah menjadi Wakil Presiden RI dari tahun 1973-1978.

Daftar Warisan Budaya dan Cagar Budaya :

D.I. Yogyakarta memiliki 6 Kawasan Cagar Budaya, serta total 631 situs Warisan Budaya dan Cagar Budaya yang tersebar di seluruh wilayah provinsi.

Keenam Kawasan Cagar Budaya yang sudah ditetap SK Gubernur Nomor 186/KEP/2011, yaitu:

1.      Kawasan Cagar Budaya Kraton

meliputi: Kompleks Keraton Yogyakarta Hadiningrat, Benteng dan Jagang, Tamansari, Panggung Krapyak.

2.      Kawasan Cagar Budaya Puro Pakualaman

meliputi: Kompleks Puro Pakualaman, Masjid Besar Puro Pakualaman, Gereja Bintaran, Ndalem Notokusuman, Ndalem Notonegaran.

3.      Kawasan Cagar Budaya Kota Gede

meliputi: Masjid Agung Mataram Kota Gedhe, Pasareyan Agung Kota Gedhe, Between Two Gates, Bokong Semar, Cepuri, Watu Gilang, Rumah-rumah Tradisional.

4.      Kawasan Cagar Budaya Imogiri

meliputi: Kompleks makam raja-raja Mataram, Makam Giriloyo, Makam RM. Sapto Hoedoyo, serta lingkungan penunjang di sekitar Imogiri

5.      Kawasan Cagar Budaya Malioboro

meliputi: Tugu Pal Putih, Hotel Toegoe, Hotel Phoenix, Hotel Ina Garuda, Apotek Kimia Farma, Gedung DPRD, Bangsal Kepatihan, Pecinan Ketandan, Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg, Gedung Societeid (TBY), Gereja Margo Mulyo, Gedung Agung, BNI 46, Kantor Pos, Bank Indonesia

6.      Kawasan Cagar Budaya Kota Baru

meliputi: Perumahan bergaya arsitektur Belanda, Gereja St. Antonius Kota Baru, Masjid Syuhada, SMP Negeri 1 Yogyakarta, SMP Negeri 5 Yogyakarta, SMA Negeri 3 Yogyakarta, RS Bethesda, RS Panti Rapih, RS dr. Yap,

Beberapa Warisan Budaya dan Situs Cagar Budaya yang ada di wilayah D.I. Yogyakarta antara lain:

 

Goa Braholo

 

Situs Plered

 

Puro Pakualaman

 

Candi Kalasan

 

Kompleks Makam Imogiri

 

Benteng Vredeburg

 

Candi Prambanan

 

Keraton Jogja

 

Bale Agung

 

Candi Sambisari

 

Panggung Krapyak

 

Perumahan Sewu Galur

 

Kompleks Ratu Boko

 

Tugu

 

Jembatan Bantar

 

Kompleks Masjid Kota Gedhe

 

Tamansari

 

Jembatan Duwet

 

 

Regulasi :

  1. Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 6 Tahun 2012 Tentang Pelestarian Warisan Budaya dan Cagar Budaya
  2. Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 62 Tahun 2013 Tentang Pelestarian Cagar Budaya
  3. Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 40 Tahun 2014 Tentang Panduan Arsitektur Bangunan Baru Bernuansa Budaya Daerah
  4. Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 55 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Cagar Budaya
  5. Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 56 Tahun 2014 Tentang Penghargaan Pelestarian Warisan Budaya dan Cagar